Pages

Tips Sebelum Membeli Reksa Dana Saham

tips reksadana
Reksa dana adalah salah satu alternatif investasi yang menarik khususnya bagi para investor ritel, karena dengan jumlah dana yang terbatas mereka tetap dapat ikut berinvestasi untuk menghasilkan return yang optimal. Hal tersebut dimungkinkan karena dana yang terkumpul akan di investasikan oleh Manajer Investasi (MI) ke berbagai instrument investasi sehingga return yang dihasilkan akan lebih tinggi dengan risiko yang lebih tersebar. Namun demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat keputusan berinvestasi di Reksadana, yaitu:
  1. Membaca Prospektus. Anda diwajibkan untuk memahami isi prospektus sebelum membeli reksa dana. Dengan membaca prospektus, anda akan mengetahui cara dan tujuan reksadana, antara lain tentang target return dan risiko yang terkandung pada produk reksa dana yang anda pilih termasuk besarnya fee yang harus ditanggung oleh investor.
  2. Sesuaikan Tujuan Investasi Anda Dengan Reksa Dana yang Dipilih. Pertimbangkan terlebih dahulu mengapa anda memilih suatu reksadana sebagai investasi. Pastikan reksa dana yang dipilih sesuai dengan tujuan dan profil risiko anda. Sangat tidak bijak jika memilih suatu reksadana hanya karena ikut-ikutan rekan anda; karena tujuan dan profil risiko teman anda belum tentu cocok dengan profil anda. Sebagai contoh, teman anda sangat menyukai RD Saham yang resiko tinggi namun dengan harapan dapat memperoleh return yang tinggi dan pada jangka waktu investasi yang panjang. Pilihan reksa dana teman anda tentunya tidak sesuai untuk anda, jika anda adalah orang yang tidak berani menghadapi risiko dan rencana investasi dana anda berjangka relatif lebih pendek. Untuk mengetahui profil risiko investor, anda diwajibkan mengisi Form Profil Risiko yang disediakan Agen Penjual Reksadana yang sangat berguna untuk mengukur profil anda dan kesesuaiannya terhadap jenis reksa dana yang akan anda pilih.
  3. Kinerja Reksa Dana. Susunan portofolio investasi dan historis kinerja suatu reksadana seperti tingkat return, risiko dan  stabilitasnya dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan reksa dana yang sesuai dengan profil anda. Makin panjang data historis yang dipergunakan untuk mengevaluasi, akan menghasilkan pertimbangan yang makin baik sebelum membuat suatu keputusan investasi. Namun demikian, hal yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa kinerja masa lalu suatu reksadana bukan cerminan atau kepastian kinerja masa datang, namun hanya menjadi salah satu alat untuk membuat pertimbangan sebelum anda memutuskan berinvestasi pada reksa dana.
  4. Risk dan Return. Jangan terlalu memaksakan return sebagai satu-satunya tujuan anda berinvestasi, namun anda harus juga memperhatikan risiko yang terkandung dalam suatu reksadana. Masing-masing reksa dana memiliki tingkat risiko dan ekspektasi return sendiri-sendiri. Secara umum tingkat return dan risiko reksa dana dapat dikelompokkan berdasarkan pada jenis instrument dalam portofolio investasi, dengan ukuran tingkat risiko dan return relatif dari rendah ke tinggi. Prinsip umum yang perlu dipahami oleh investor adalah makin tinggi tingkat return yang diharapkan maka akan makin tinggi pula tingkat risiko yang harus dihadapi.
  5. Manajer Investasi. Pastikan bahwa reksa dana yang anda pilih dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional dan memiliki track record yang baik termasuk pemenuhannya terhadap peraturan regulator (Bapepam-LK). Karena disamping kinerja atas instrumen investasi yang mendasari suatu reksadana (underlying assets), kinerja reksa dana juga tak terlepas dari kemampuan MI dalam mengelola reksa dana untuk menghasilkan return yang optimal dan meniminalkan risiko.
Link: investment.bri.co.id.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...