Cara terbaik melindungi harta kekayaan melawan inflasi adalah dengan investasi. Sampai dengan saat ini, yang banyak diminati adalah investasi emas, saham online, reksadana, dan bisnis online. Jual beli emas Antam dan UBS paling menguntungkan. Angka indeks harga saham sektoral LQ45 paling banyak dipantau untuk dibeli. Sedangkan reksadana syariah, mandiri, manulife, dan panin masih menjadi alternatif terbaik.
Lain daripada itu, artikel kali ini membahas tentang pilihan investasi reksa dana indeks, yaitu:
(1) Reksa Dana Danareksa Indeks Syariah.
Bertujuan merefleksikan kinerja saham-saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index yang terdapat di Bursa Efek Jakarta. Tanggal efektif: reksadana ini 17 Maret 2006.
Menurut kelas aset dibagi menjadi saham 99.25% dan pasar uang 0.75%. Biaya-biaya investasi, antara lain: manajemen maksimal 1.00%, pembelian maksimal 3.00%, dan penjualan kembali 0% jika hold lebih dari 3 tahun.
Dana investasi ditempatkan pada saham-saham pertanian 2.14%, pertambangan 7.42%, industri dasar dan kimia 12.09%, aneka industri 15.66%, properti 4.22%, infrastruktur dan transportasi 25.02%, perdagangan jasa dan investasi 8.45%, serta barang konsumsi 24.25%.
5 (Lima) efek terbesar dialokasikan pada saham dengan kode emiten ASII 15.66%, UNVR 13.72%, TLKM 13.18%, PGAS 7.81%, dan SMGR 4.75%.
(2) Reksadana Kresna Indeks 45.
Tujuannya untuk mendapatkan hasil investasi setara dengan indeks LQ-45. Dana investasi minimum 80% ekuitas yang terdaftar dalam indeks LQ-45 dan pasar uang, pendapatan tetap, aset derivatif atau lainnya. Tanggal efektif: reksadana ini 29 September 2008.
Menurut kelas aset dibagi menjadi money market, fixed income, derivative or other assets 0 - 20%, dan indeks LQ45 equities 8 - 100%. Biaya-biaya investasi, antara lain: pembelian
maksimal 1.5%, dan penjualan kembali maksimal 2%.
Top ten holding equities reksadana kresna indeks 45, yaitu: Astra International, Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Telekomunikasi Indonesia, Unilever Indonesia, Gudang Garam, United Tractors, Bank Negara Indonesia, dan Perusahaan Gas Negara.
Referensi: Bapepam-LK, danareksaonline, kresna asset management.
No comments:
Post a Comment